Carousel

Thursday, July 30, 2020

Belajarlah di Luar Negeri untuk Kembali Membangun Indonesia

Beasiswa StuNed MAB Talks
Beasiswa StuNed via Indy Hardono

Melanjutnya pengalaman yang didapat dari serial MAB Talks yang diadakan awal bulan ini, sempat tertunda karena beberapa hal.

Setelah sebelumnya membahas mengenai Life after Campus dan Engineering Career, kali ini adalah sesi tentang scholarship sharing. Awalnya kepikiran ingin mengundang salah satu teman yang mendapatkan LPDP, tetapi rasanya terlalu mainstream. Akhirnya, pilihan pertama mengundang kembali Bu Indy Hardono, salah satu alumni FTUI yang saat ini menjadi koordinator tim Beasiswa StuNed.

Lalu, kepikiran ingin menghadirkan satu orang tambahan dari sisi awardee agar didapat dua sisi pandangan. Atas rekomendasi seorang teman, junior di Teknik Elektro ternyata ada yang mendapatkan beasiswa dari USAID Prestasi. Namanya Maryam Muthiah, Teknik Elektro 2011.

Akhirnya, lengkaplah formasi pembicara sesi Scholarship Sharing ini yang menurut saya lain daripada sesi sharing lainnya.

----
Sabtu pagi itu, 4 Juli 2020 serial MAB Talks Special sesi 3 dilangsungkan dengan pembicara Bu Indy Hardono dan Maryam Muthiah.

Sekilas mengenai pembicara :
  • Bu Indy Hardono, alumni TGP'86. Saat ini beliau adalah ketua tim Beasiswa StuNed. Beliau merupakan kolumnis di Kompas. Baru saja menerbitkan buku berjudul Eureka di Negeri Seberang.
  • Maryam Muthiah, alumni Teknik Elektro 2011. Mendapatkan Beasiswa dari USAID Prestasi di Bidang Renewable Energy di University of Illinois, Urbana-champaign. Saat ini bekerja sebagai Renewables Energy Technical Specialist di NZ-MATES

Indy Hardono MAB TalksMaryam Muthiah MAB Talks

Itulah mengenai pembicara yang sharing dalam sesi MAB Talks ini. Sebelumnya, Bu Indy pernah sharing di Rumah Inspirasi MAB, namun sesi kali ini terasa begitu special dan penuh semangat. Sebagai moderator, saya belajar banyak dari mereka berdua.

Berikut apa yang mereka sampaikan yang bisa saya rangkum.

Satu hal yang saya ingat dari Bu Indy adalah sebelum kita memulai untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, kita harus menemukan tujuan kita kesana untuk apa.

Belajarlah di luar negeri untuk kembali pulang Membangun Indonesia


Beliau membuka dengan mengutip perkataan Prof. BJ Habibie "Berawal di akhir, dan berakhir di awal". Your destination is your starting point.

Saat ini, begitu banyak beasiswa untuk studi ke luar negeri. Ada LPDP, stuNed, Fullbright, AAS, Erasmus, Chevening, dll.

Kira-kira, tipe orang seperti apa yang akan terpilih?
Mereka biasanya Motivated, Prepared and Persistent.


Mengapa masih banyak yang gagal?
  • Deadliners
  • Dokumen tidak lengkap
  • Tidak mengikuti instruksi yang diberikan
  • Mispersepsi dan keliru tentang kriteria yang dibutuhkan

Apa yang harus dilakukan ?
  • Mencari informasi dari sumber terpercaya
  • Melakukan riset
  • Persiapkan diri dengan baik

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan :
  • English Profiency (IELTS, TOEFL)
  • CV
  • Motivation statement
  • Employer statement
  • Reference letter

Menurut Bu Indy Hardony, ketika apply scholarship itu ibarat fulfilling requirement dan meeting criteria. Kita harus tahu tiap beasiswa requirement yang dibutuhkan apa saja, diberikan oleh siapa dan untuk siapa, prioritas areanya kemana.

Sehingga, apa yang perlu dilakukan ketika akan apply sebuah beasiswa?

Persiapan Apply Beasiswa S2 Luar Negeri
Persiapan Apply Beasiswa S2 Luar Negeri via Indy Hardono

Scholarship is not only about how and what, but it also about why.
Why is about motivation. Application is about you, not others.

-----

Selanjutnya dari paparan Maryam Muthiah

Dengan esensi yang sama seperti dimulai oleh Bu Indy Hardono, kali ini Maryam memulai dengan mengutip quote  dari Pramoedya Ananta Toer : "Orang bilang ada kekuatan-kekuatan tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi, dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya"

Start from the End. Memulai dari akhir.

Start with Shy Simon Sinek
Start with Shy Simon Sinek via Maryam Muthiah

Mengutip Simon Sinek dengan "Start with Why"
Why untuk menemukan tujuan
How untuk mengetahui prosesnya dan
What untuk mengetahui apa yang dilakukan

Kemudian kita perlu Define Goal dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Ketika kita ingin melanjutkan studi S2, sebenarnya itu hanyalah tujuan jangka pendek yang ingin kita capai. Kita harus menemukan sebenarnya apa tujuan jangka panjang dari hidup kita. Setelah S2, lalu apa? Studi S2 hanyalah bagian dari anak tangga kehidupan kita, bukan tujuan hidup.

Bagaimana mempersiapkan diri untuk mendapatkan Beasiswa S2?
  1. Mapping the plan meliputi fokus pada program yang kita minati, mencari sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan hingga membuat target dan timelinenya sendiri.
  2. Mastering the preparation meliputi persiapan bahasa inggris (TOEFL, IELTS), persiapan keuangan misalkan untuk bayar biaya pendaftaran dahulu, tes IELTS, mentorship dengan orang yang pernah mendapatkan beasiswa untuk memberikan feedback aplikasi kita, dan cari peer grup yang memiliki tujuan sama agar bisa terus semangat karena atmosfernya sama.
  3. Mastering the Application meliputi Memahami beasiswa yang akan dipilih (pihak pemberi beasiswa, tujuan, prioritas), mengekplor diri kita mulai dari pengalaman hingga rencana masa depan, dan terakhir hubungkan apa yang kita punya (pengalaman, rencana) dengan program beasiswa yang ditawarkan.
  4. Paling penting: Review, Review and Review!

Mengutip Steve Jobs "Don't be afraid to ask for Help!"

No matter how hard and impossible it is, never lose sight of your goal (Monkey D Luffy)


Success in not final. Failure is not fatal: It is the courage to continue that counts. (Winston Churchill)


-----

Semoga rangkuman ini bisa bermanfaat.

Apabila ada hal lebih lanjut yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan komentan atau hubungi saya melalui kolom kontak yang tersedia.

Salam,
@bamsutris

Pawai Bebas Plastik 2020 : Pawai Kolaborasi Tolak Plastik Sekali Pakai

Pawai Bebas Plastik 2020
Pawai Bebas Plastik 2020

Pawai Bebas Plastik 2020 baru saja usai. Akhir pekan kemarin, 25-26 Juli 2020 menjadi perayaan puncak Kolaborasi Pawai Bebas Plastik 2020 yang digelar secara daring. Setidaknya ada sekitar 117 komunitas yang mendukung dan berkolaborasi dalam kegiatan ini.

Ada 3 tuntutan yang diajukan yaitu : (1) Mendorong pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai; (2) Mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem tata kelola sampah; dan (3) Mendorong produsen dan pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas sampah pasca konsumsi.

Awal Juli tahun ini ditandai dengan selebrasi bahwa Pemerintah Provisi DKI Jakarta siap untuk menerapkan aturan penggunaan plastik ramah lingkungan yang berlaku di lingkungan DKI Jakarta ditandadi dengan Pergub no. 142 Tahun 2019 tentang penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Sebelumnya, Bali merupakan provinsi pertama yang menerapkan aturan ini. Beberapa kota di Indonesia pun telah menerapkan aturan serupa seperti Banjarmasin, Bogor, dan Depok.

Meskipun aturan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai kian meluas, nyatanya penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat masih tergolong tinggi. Aturan yang ada masih sebatas tertuju pada kalangan retail saja, belum menjangkau ke kalangan masyarakat yang lebih luas.

Monday, July 27, 2020

Belajar Zerowaste dari Siska Nirmala, Penggiat Zerowaste Lifestyle yang Senang Berpetualang

Gaya hidup hijau atau ramah lingkungan seharusnya bukan sekedar omongan belaka. Seseorang yang memiliki pengetahuan dengan background pendidikan di bidang lingkungan bukan berarti telah menerapkan gaya hidup hijau dan ramah lingkungan. Nyatanya, banyak yang hanya sekedar ilmu tanpa penerapan di kehidupan nyata. Begitu pula bagi penggiat lingkungan, tak sedikit yang hanya sebatas ucapan semata.

Serial diskusi online yang dilangsung oleh Teens Go Green Indonesia pada Jum'at lalu mengenai Gaya Hidup Tanpa Plastik sedikit banyak kembali membuat saya merenung. Sejauh mana gaya hidup hijau yang sudah saya coba terapkan? Apakah hanya sebatas ucapan ataukah memang sudah pada tahap konsistensi?

Menyadari dalam keseharian ternyata lebih banyak excuse dan pembenaran untuk menerapkan gaya hidup hijau ini. Rasanya juga tanpa ada effort untuk benar-benar serius menerapkannya dalam keseharian. Sesi diskusi online bersama Mbak Siska Nirmala, seorang penggiat Zerowaste Lifestyle yang kebetulan senang berpetualang dengan akun instagramnya @zerowasteadventure kembali menyadarkan saya untuk mulai kembali secara pelan-pelan menerapkan Zerowaste Lifestyle di kehidupan sehari-hari.


Monday, July 20, 2020

Webinar #7DaysZeroPlastic : Gaya Hidup tanpa Plastik

Webinar Zero Plastik Teens Go Green Indonesi
 
Teens Go Green Indonesia mempersembahkan :

Setelah sepekan lalu Teens Go Green mengajak kalian untuk ikutan #7DaysZeroPlasticChallenge yaitu menumbuhkan kebiasaan untuk gaya hidup minim plastik tiap harinya, nah kali ini kita mau adain diskusi langsung bersama pakarnya nih.

Simak info berikut ya.

Webinar #7DaysZeroPlastic : Gaya Hidup tanpa Plastik

Pembicara : Siska Nirmala, @zerowasteadventure (Pegiat Zero Waste Lifestyle)

Selain Kak Siska yang akan sharing mengenai bagaimana sih tips n trick untuk menerapkan gaya hidup minim sampah, juga akan ada sharing singkat dari para peserta #7dayszeroplasticchallenge yang telah berjalan pekan lalu.

Kapan sih acaranya? Catat tanggal dan waktunya ya!
Jum'at, 24 Juli 2020, pukul 15.30 WIB

Kalian bisa daftar di link bit.ly/WebinarZeroPlasticTGG

Diskusi akan dilaksanakan via platform Zoom Meeting Online (terbatas untuk 100 peserta dan mendapatkan Free E-certificate)

Bagi yang tidak kebagian untuk masuk ke room Zoom Meetingnya, bisa lihat sesi diskusinya via Youtube Teens Go Green Indonesia ya!

Jangan lupa untuk follow akun @teensgogreen.id serta subscribe channel youtube Teens Go Green Indonesia ya untuk mengikuti acara ini!

Sampai Jumpa Jum'at nanti!

#GayaHidupTanpaPlastik #GayaHidupMinimSampah #zerowastelifestyle #TolakSekaliPakai #pawaibebasplastik #byeplastic #plasticfreejuly

Saturday, July 11, 2020

Semangat Memperjuangkan Energi Terbarukan bersama Refi Kunaefi

Renewable Energy bersama Refi Kunaefi
Renewable Energy bersama Refi Kunaefi via MAB
Kali ini saya ingin bercerita tentang energi terbarukan.

Salah satu topik yang dihadirkan dalam rangkaian MAB Talks serial lalu adalah berkarir di bidang keteknikan (engineering) utamanya bidang energi. Kebetulan salah satu alumni Beasiswa Pondokan MAB yang merupakan penerima manfaat yang pertama memiliki karir cukup cemerlang di bidang ini. Jadilah berbekal kontak yang ada di smartphone, saya menghubungi untuk menawarkan mengisi pada salah satu sesi MAB Talks.

Namanya Refi Kunaefi, alumni Teknik Mesin angkatan 2004. Kegigihannya dalam bidang energi mengantarkannya menjadi Managing Director di Akuo Energy Indonesia, sebuah perusahaan asal Perancis yang fokus pada pengembangan energi terbarukan dalam hal ini solar energy di Indonesia.

Beberapa tahun lalu sekitar tahun 2012, di sebuah gathering MAB saya sempat mendengar salah seorang alumni MAB yang akan pergi lanjut studi di Perancis. Beberapa tahun kemudian saya baru tersadar beliaulah Bang Refi yang hingga kini masih terus menjaga silaturahimnya dengan Bapak Ibu MAB.

Pertama kali berkomunikasi secara personal dengan Bang Refi sekitar tahun 2015 ketika pada satu kesempatan Bang Refi menawarkan diri ingin sharing dengan adik-adiknya di MAB. Waktu itu belum ada program MAB Talks seperti sekarang ini, pun program yang dijalankan bagi para awardee juga seadanya.

Pada kesempatan itu, Bang Refi sharing ke kami tentang perjalanan hidupnya, dimulai ketika impiannya untuk menjadi taruna gagal, hingga mengantarkannya menjadi mahasiswa Teknik Mesin UI. Pada suatu kesempatan yang lain, ketika akan mengisi profil alumni untuk di post di website MAB secara perlahan saya membaca profil yang Bang Refi kirimkan. Apa yang ia nikmati saat ini adalah buah perjuangannya sejak mahasiswa. Pernah menjadi Ketua IMM sekaligus sebagai lulusan terbaik. Ia pun pernah bekerja di salah satu perusahaan energy yang cukup terkenal Schlumberger, dan mendapat beasiswa penuh dari Total Indonesie.

-----
Minggu, 28 Juni 2020 lalu. Minggu pagi yang produktif. Kebiasaan di rumah aja belakangan ini mungkin membuat lupa bahwa hari minggu tetap harus kita manfaatkan dengan kegiatan produktif. Sharing sesi 2 MAB Talks bersama Bang Refi berlangsung minggu pagi itu. Pantas saja banyak peserta yang masih belum hadir dibandingkan sebelumnya. Sekitar 50an peserta mengikuti sesi 2 MAB Talks pagi itu.

Bang Refi mulai bercerita dengan perkenalan singkat mengenai profil dirinya. Lalu masuk perlahan membicarakan energi terbarukan di Indonesia.

Berikut beberapa slide paparan Bang Refi dengan judul Decentralized Energy Generation (DEG) Solution for Insular Context of Indonesia.

Kondisi Energi di Indonesia
Kondisi Energi di Indonesia via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Masalah energi di Indonesia, dalam hal ini energi listrik bisa dilihat dari kondisi yang ada;
  • Konsumsi energi listrik per kapita yang rendah (sekitar 1000 kWh/tahun), padahal di negara industri seharusnya konsumsi listrik mencapai 3000-10,000 kWh/tahun
  • lebih dari 12 ribu desa belum memiliki akses listrik atau masih terbatas
  • Rasio elektrifikasi di Indonesia bagian timur rendah (50-70%)
  • Keterbatasan dana baik dari APBN maupun PLN sehingga membutuhkan pihak swasta untuk mengambil peran

Perbandingan Energy
Perbandingan Energy via Refi Kunaefi/Akuo Energi
Secara statistik, produksi energi dari bahan bakar fosil terus berkurang.Untuk memenuhi tingkat konsumsi yang terus meningkat diperlukan impor bahan bakar yang berasal dari fossil tersebut seperti minyak mentah, gas alam ataupun batubara.


Komitmen energi terbarukan via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Komitemn pemerintah pada energi terbarukan masih rendah saat ini karena masih didominasi oleh energi dari fossil. Namun, perlahan energi terbarukan mulai bertambah seiring semakin menipisnya cadangan energi dari fossil.


Implementasi Energi Terbarukan di lapangan via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Secara implementasi di lapangan, jumlahnya sangat kecil sekali energi listrik yang bersumber dari energi terbarukan. Potensi energi terbarukan di Indonesia cukup besar dan tidak terpusat pada satu seumber energi saja. Potensi energi terbarukan di Indonesia yang cukup tinggi antara lain solar PV, Biomassa dan Laut, serta hydro, geothermal dan angin.


Tren energi terbarukan di Dunia via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Diperkirakan pada 2050 nanti, energi terbarukan akan memiliki share sekitar 63% hampir sama dengan kondisi saat ini dimana dominasi bahan bakar fossil masih mendominasi.


Tantangan energi terbarukan di Indonesia via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Tantangan yang dihadapi di Indonesia dalam produksi energi listrik antara lain :
  1. Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fossil
  2. Memperbaiki kelemahan dalam jaringan listrik berskala kecil terutama dalam skala pulau kecil
  3. Menghasilakan listrik yang stabil dan bergaransi
  4. Menjaga lahan pertanian, dimana keseimbangan antara ketahanan pangan dan energi menjadi tujuan utama

Agrinergie via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Agrinergi menjadi salah satu inovasi menjawab tantangan untuk menyeimbangan kebutuhan pangan dan energi. Teknik pertanian dengan Permaculture dikombinasikan dengan produksi energi listrik menjadi solusi yang diterapkan.


Aquanergy via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Aquanergy mencoba menjawa tantangan antara kebutuhan pangan dalam hal ini penyediaan protein dari ikan dan produksi energi listrik.


Project Energi Terbarukan via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Salah satu project yang dikerjakan oleh Akuo Energy yang berlokasi di Berau dimana project ini dimiliki oleh BUMDes. Masyarakat yang belum teraliri listrik kini bisa merasakan terang benderangnya desa mereka dialiri listrik ketika malam hari.


Model Bisnis Energi Terbarukan via Refi Kunaefi/Akuo Energy
Bercerita tentang renewable energi atau keinginan untuk berkarir di bidang ini ternyata dibutuhkan multibackground people, tidak hanya mereka yang berasal dari lulusan Teknik terutama Teknik Elektro ataupun Teknik Mesin, tetapi hampir semua bidang berperan serta mengambil peran dalam implementasi sebuah project renewable energy.

-----
Implementasi energi terbarukan memang tidak murah. Namun, ini bukan tentang mahal atau murahnya, melainkan bagaimana tanggung jawab kita terhadap alam lingkungan yang kita tempati ini. Bagaimana kita saksikan sendiri lubang bekas tambang yang berserakan di Kalimantan sana, merugikan masyarakat sekitar hingga menimbulkan korban jiwa. Entah butuh waktu berapa lama untuk kembali pulih seperti sedia kala.

Di akhir sesi, Bang Refi menutup dengan pesan :

"Kita harus memiliki sikap PERSEVERANCE, Bagaimana kita bisa terus memperjuangkan apa yang kita yakini dan tidak mudah menyerah memperjuangkannya..."


Bagi kalian yang saat ini sedang memperjuangkan sesuatu dengan penuh keyakinan dan kesungguhan, tetap semangat ya! Jangan menyerah! Kalian hanya butuh waktu yang tepat hingga kalian bisa memetik hasil dari yang kalian tanam...

Semoga tulisan kali ini bermanfaat ya. (BS)

Connect