Thursday, January 24, 2019

Mengurus Mutasi Motor Depok-Jakarta dengan Mudah tanpa Biro Jasa!

 

Bagi Anda yang membeli motor bekas, mungkin memerlukan proses balik nama kendaraan yang kita beli. Kalau lokasinya berbeda dengan domisili KTP kita, maka perlu dilakukan mutasi. Sebaiknya tidak menunggu hingga pajaknya habis atau mendekati STNK yang juga habis.

Bulan lalu, saya baru saja melakukan proses mutasi dan balik nama kendaraan motor pribadi yang saya beli tahun 2015 lalu. Agak menyesal sebenarnya kenapa baru melakukannya sekarang. Selain karena terdesak, juga karena mau tidak mau harus dilakukan. Sebelumnya secara tidak beruntung ditilang oleh polisi karena plat nomer kendaraan yang sudah melewati batasnya. Tapi ada hikmahnya juga jadi merasakan sendiri proses melakukan pengurusan kendaraan bermotor sendiri tanpa calo di SAMSAT.

Kendaraan saya kebetulan terdaftar di Samsat Cinere, Depok. Rencananya akan saya mutasikan sesuai KTP saya di Jakarta Utara. Sebelum berangkat, berikut berkas yang saya siapkan :
1. STNK Asli dan Fotocopy-nya
2. BPKB asli dan fotocopy-nya
3. Fotocopy KTP
4. Kuitansi Pembelian (bermaterai)

Saya berangkat ke Samsat hari senin sekitar pukul 08.30 WIB. Masuk ke halaman Samsat, langsung diarahkan ke bagian belakang untuk melakukan cek fisik. Hal ini karena plat nomer sepeda motor saya terlihat sudah melewati waktu yang seharusnya. Di lokasi cek fisik, ada sekitar 3 sepeda motor yang antri, tidak terlalu ramai. Saya pun ikut mengantri. Tak berapa lama, seorang petugas melakukan cek fisik rangka dan mesin sepeda motor saya.

Setelah itu, saya diarahkan untuk menyerahkan berkas yang telah dibawa ke loket cek fisik. Namun sebelum ke loket cek fisik, saya men-copy berkas-berkasnya di tempat foto copy yang terletak di samping loket. Tinggal serahkan berkasnya, nanti tukang fotocopy akan menyusunnya sesuai standar yang ada. Biaya untuk fotocopy Rp 5 ribu (beserta map).

Selanjutnya, saya memasukkan berkas ke loket cek fisik. Menunggu sekitar 10 menit hingga akhirnya nama saya dipanggil. Di loket cek fisik ini saya membayar biaya Rp 30 ribu. Selanjutnya saya diarahkan untuk membawa berkas ke bagian mutasi yang berada tepat di seberang loket cek fisik.

Di loket mutasi, saya menyerahkan berkas dari loket cek fisik. Petugas selanjutnya memeriksa berkas yang kita serahkan. Saya diminta untuk ke bagian fiskal untuk mendapatkan surat mutasi dan menyelesaikan tunggakan pajak (jika ada).

Bagian fiskal ada di gedung utama (berdampingan dengan loket pembayaran pajak). Di bagian fiskal saya menyerahkan berkasnya, kemudian diarahkan ke bagian pengecekan pajak karena motor saya menunggak pajak sejak habis di Juli 2016. Mau tidak mau saya harus melunasi tunggakan tersebut. Totalnya sekitar Rp 571ribu. Apalagi saat itu saya lupa untuk mengambil cash, akhirnya terpaksa mengambil uang di ATM BJB yang tersedia di luar gedung Samsat. Sebaiknya siapkan uang cash yang cukup untuk hal ini agar lebih mudah.

Setelah pengecekan pajak, saya diarahkan ke loket pembayaran. Setelah menerima bukti pembayaran, saya kembali menyerahkan berkas ke bagian fiskal untuk mendapatkan surat mutasi antar daerah. Hampir satu jam menunggu di loket ini. Dari luar pelayanannya seperti tidak berjalan dengan baik, kadang petugasnya tidak ada. Sepertinya memang menunggu surat dari atasan yang perlu di tanda tangani sehingga prosesnya lama.

Setelah mendapatkan surat mutasi antar daerah lalu saya kembali ke bagian mutasi (di belakang gedung utama Samsat Cinere). Untuk proses pencabutan berkas dilakukan selama 3 hari. Saya diminta datang kembali untuk mengambil berkasnya pada hari rabunya. Biaya yang dikenakan untuk proses ini saya lupa. Sepertinya sekitar Rp 250 ribu. Sebelum pulang, kita juga diberikan surat keterangan kalau surat-surat kendaraan kita sedang di proses di Samsat. Hal ini untuk berjaga-jaga sewaktu ada diminta menunjukkan STNK saat razia.

Hari itu, sebelum zuhur saya sudah tiba kembali di rumah. Overall, pelayanannya cukup cepat dan jelas. Juga tidak ada pungutan liar seperti yang sering terdengar. Saya pun tidak terlalu melihat banyak calo berkeliaran seperti yang sering orang bicarakan. Apalagi di bagian belakang tertera jelas bahwa Samsat Cinere mendukung praktik tanpa calo!
---

Hari rabu saya kembali ke Samsat Cinere.

Karena hanya mengambil berkas, prosesnya pun cepat. tidak lebih dari 30 menit semua telah selesai. Selanjutnya petugas menerangkan bahwa saya selanjutnya ke Samsat Jakarta Utara yang berada di Gunung Sahari. Kendaraan tidak perlu di bawa karena sudah melakukan cek fisik. Tidak perlu hari itu juga pergi ke Samsat Jakarta Utaranya, namun jangan terlalu lama karena kendaraan kita belum berkasnya sudah dicabut sehingga tanpa nomor STNK.

---

Jum'at nya saya pergi ke Samsat Jakarta Utara yang berlokasi di Gunung Sahari. Samsat ini melayani wilayah Jakarta Utara dan Pusat. Karena lokasi yang cukup jauh dari Depok, saya tiba menjelang pukul 11. Hal yang saya sesalkan karena menjelang jum'atan. Setibanya di sana, saya diarahkan ke bagian belakang untuk ke loket cek fisik.

Secara tempat, berbeda sekali dengan Samsat Cinere yang begitu rapi tanpa takut ada calo. Sepertinya di sini lebih rawan. Saya pun bersikap seolah sudah paham semua alurnya.

Saya duduk di bagian cek fisik setelah meletakkan berkas cek fisik. Tak berapa lama kemudian loket tutup karena jam istirahat dan jum'atan. Padahal baru jam 11.00 WIB. Yang menarik saat loket tutup adalah petugas benar-benar menutup bagian loket seperti penjual yang menutup lapak dagangannya.

Tepat dekat loket ada masjid. Akhirnya saya menunggu di masjid hingga usai jum'atan.
---

Sekitar pukul 13.00 WIB saya kembali ke depan loket cek fisik. Menunggu sekitar 15 menit akhirnya berkas saya dipanggil. Ternyata memang lebih cepat karena berkas saya sudah ditaruh disana sejak sebelum jum'atan.

Selanjutnya saya diarahkan untuk ke gedung utama. Sengaja saya tidak bertanya awalnya. Karena bingung, saya bertanya kepada petugas polisi yang berada di depan. Saya diarahkan ke lantai 2. Sayangnya, sepertinya salah diarahkan. Karena di lantai 2 untuk proses mutasi ke luar bukan masuk. Selanjutnya saya diminta ke lantai 3.

Awalnya sempat bingung, karena dari yang saya baca perlu mengisi formulir segala. Saya menghampiri loket dan menyerahkan berkasnya. Akhirnya saya diberikan tanda terima berkas dan diminta kembali tiga hari kerja kemudian (selasa depan).
---

Hari selasa pagi sekitar pukul 10.00 saya sudah di Samsat. Dengan harapan bisa cepat selesai seperti saat pengambilan berkas di Samsat Cinere.

Ternyata, bagian lantai 3 masih sepi. Saat saya menunjukkan tanda terima ke loket, saya diminta untuk mengecek berkasnya di loket sebelahnya. Dengan petugas yang tidak stand by (tidak jelas), hanya ada anak magang saya menyerahkan tanda terima tersebut. Ternyata berkas saya tidak ada dan diminta menunggu.

Hampir 2 jam saya menunggu. Bolak-balik bertanya ke loket. Lalu ke bagian DLLAJ. Bolak-balik. Melihat orang-orang yang membawa berkas banyak untuk diproses. Apakah mereka calo? atau biro jasa? Mereka silih berganti. Bahkan kadang saya melihat mereka masuk ke ruangan seperti petugas. sepertinya memang sudah hal biasa seperti ini. Tetapi tenang saja, selama dari kita tidak ada yang dirugikan tak masalah. Untuk yang punya banyak waktu luang seperti saya memang tak masalah. Dengan mengurus sendiri seperti ini menjadi satu pelajaran baru lagi.

Akhirnya detik-detik menjelang jam istirahat, saya kembali ke loket dan akhirnya berkas saya sudah siap. saya diminta untuk membayar pajak di loket Bank DKI di sebelahnya. Totalnya Rp 442.400. Setelah dibayar, maka saya diminta untuk mengambil STNK dan slip pajak di loket sebelahnya lagi.

Bersyukur bapak petugas loket sangat baik. Di waktu sudah masuk istriahat tersebut, saya masih dilayani. Mungkin Bapak tersebut memperhatikan saya sejak pagi. Bapak tersebut juga memastikan berkas kelengkapan saya. Hal yang saya lupa adalah memfotokopi berkas dari loket cek fisik sebelumnya, padahal sangat penting. Akhirnya dengan meminta BPKB asli saya sebagai jaminan, saya diminta untuk meng-copy berkas tersebut terlebih dahulu.

Karena sudah masuk istriahat, akhirnya saya putuskan untuk sholat Zuhur terlebih dahulu sembari mendengarkan ceramah hingga waktu istirahat usai. Kemudian saya memilih salah satu tempat fotokopi yang berjejer di samping gedung, memberikan semua berkasnya untuk Balik Nama BPKB. Biayanya Rp 5ribu.

Saya kembali ke loket di lantai 3 untuk mengambil BPKB sembari memperlihatkan bukti berkas yang telah saya foto kopi. Bapak tersebut menjelaskan pada saya selanjutnya tinggal balik nama BPKB yang dilakukan di Polda. Jangan sampai melewati masa pembayaran pajak berikutnya. Berkas yang di fotokopi tersebut penting karena akan mempersulit proses BBN PKB jika tidak lengkap (harus bolak-balik Polda-Samsat).

Saya diarahkan untuk ke bagian belakang kembali mengambil plat nomer kendaraan dengan menyerahkan slip kuning pembayaran. Lokasi pengambilan plat nomer berada di belakang bagian loket fisik.

Tidak menunggu lama, sekitar 15 menit plat nomer kendaraan yang baru telah jadi. Akhirnya selesai sudah proses balik nama kendaraan menjadi milik sendiri.
---

Hingga tulisan ini dimuat, saya masih belum melakukan proses balik nama untuk BPKB. Saya masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan proses tersebut sendiri.

Saya salut dengan proses pengurusan di Samsat yang secara keseluruhan sudah sangat baik. Pungutan liar pun tidak terlihat. Calo (kalaupun ada), pun tidak mengkhawatirkan. Dan yang terpenting, proses ini memberikan kesempatan kepada kita individu untuk mengurusnya sendiri.

Dari tempat, entah mengapa kondisi Samsat Jakarta Utara-Jakarta Pusat bagian luar gedungnya terasa angker sekali, terutama saat pengambilan plat kendaraan. Agak ragu untuk duduk di kursi tunggunya. Haha. Tetapi bagian dalam saat pengurusan di lantai 3 cukup nyaman.

Dan yang terpenting adalah proses ini sebenarnya mengubah pandangan kita bila selama ini anggapan mengurus hal-hal seperti ini susah, ribet, banyak pungli-calo, tetapi kalo sudah kita rasakan sendiri prosesnya kita jadi bisa menilai lebih objektif.

Terima kasih untuk para petugas Samsat yang sudah sangat baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga sangat informatif saat ditanya dan diminta arahan. :)

---

Saya akan menulis kembali proses balik nama BPKB saat sudah selesai nanti.

Nb: Mohon maaf bila ada jumlah biaya yang keliru.


Bagikan

Jangan lewatkan

Mengurus Mutasi Motor Depok-Jakarta dengan Mudah tanpa Biro Jasa!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.