Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Catatan Community Leaders Training : Ayamin Plus (Day 2)


Community Leaders Training 2016
suasana training

Hari ke-2 kami mulai dari pagi. Beberapa peserta terlambat, termasuk aku. :)
Mari kita mulai review di hari ke-2 yng luar biasa ini.

Knowing your self, You have something unique


Pada sesi pagi kami diminta memilih 2 dari 5 karakter positif, lalu kami dibagi menjadi dua baris dan berdiri berhadapan. Kami diminta untuk menceritakan karakter positif tersebut kepada teman di hadapan kami secara bergantian. Setelah selesai, kami diminta bergeser dan menceritakan kembali.

Dari sesi ini kami belajar untuk bisa mengenal diri kami masing-masing. Sebagai seorang community leaders, kita harus mengenal diri kita masing-masing. Mengetahui potensi yang kita punya.

Our life is full with goodness


Pada sesi ini, kami diminta menggambar river of life kami sejak SMA. Capaian-capain positif yang menurut kami penting menjadi bagian-bagian penting dalam river of life. Sesi ini mengajarkan kita untuk bersyukur terhadap hidup yang kita miliki. Kita sebagai manusia ternyata memiliki banyak hal baik yang kita terima dalam hidup, hanya sedikit hal negative yang hadir di kehidupan kita. Sayangnya, kita selalu melihat bahwa hidup kita masih kurang dari hal-hal baik tersebut. Ketika kita diberikan sebuah kertas putih kebaikan, lalu ditengahnya ada titik kecil kesalahan, kebanyakan kita melihat ke titik kecil tersebut, bukan kebaikan yang melingkupinya.

Kuncinya adalah bersyukur. Kita harus bersyukur atas anugerah kehidupan yang kita miliki. Bahwa banyak capaian yang telah kita capai dalam hidup ini, banyak hal-hal yang tanpa kita sadari adalah anugerah besar dalam hidup kita.

Trust your team to achieve more


Pada sesi ini, kami bermain team tap’s game. Kami dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok disediakan sebuah kain yang telah dibuat susunan angka 1-60 secara acak dalam pola yang juga acak untuk setiap angka. Tugas kami adalah menyebutkan angka 1-60 secara urut dengan tangan menunjuk ke angka yang dimaksud. Peraturannya yaitu setiap angka hanya boleh disebut oleh satu orang, dan ditunjuk oleh satu orang. Bila dua orang menyebutkan angka yang sama atau menunjuk angka yang sama, maka kelompok tersebut harus mengulang kembali dari awal. Kami memainkan games sebanyak 3 round.

Pada round 3 diberi peraturan tambahan yaitu setiap anggota dalam tim tidak boleh membantu satu sama lain dengan menunjuk atau bersuara. Sebelum memulai, setiap tim diberikan waktu untuk mengatur strategi. Games ini sangat seru untuk melatih kerjasama dalam tim.

Dari Team tap’s game kita belajar untuk memiliki kepercayaan satu sama lain dalam anggota tim kita. Kepercayaan itu perlu kita bangun. Bila tidak ada kepercayaan, maka sangat sulit bagi tim kita untuk berkembang. Selain itu, adanya kemampuan yang berbeda-beda dalam anggota tim membuat bekerja dalam tim menjadi lebih sempurna. Karena dalam kita kita bisa melengkapi satu sama lain.

Be flexible with your community target


Pada sesi ini kami membuat lingkaran besar. Lalu, kami diintruksikan untuk memilih dua orang teman kita (tanpa memberitahukannya). Kita diminta berdiri di tengah-tengah dari dua orang yang kita pilih tersebut, usahakan jaraknya seimbang tanpa lebih dekat ke salah satu pihak. Saat teman yang menjadi target kita bergerak, kita pun harus menyesuaikan jarak kita dengan mereka.

Pada praktiknya, lingkaran yang kita buat terus bergerak kita berdekatan satu sama lain. Kita terus berusaha menjaga jarak yang seimbang dari dua teman yang kita tuju. Disinilah kita belajar sebagai seorang community leaders kita harus fleksibel. Ada kalanya target komunitas yang kita tuju menjauh, bergerak berlawanan arah, tugas kita sebagai community leaders adalah menyesuaikan diri agar sesuai dengan mereka.

Identifikasi isu komunitas
Identifikasi isu komunitas

Identify Issue


Setelah belajar dari permainan, kali ini kami langsung masung ke issue. Kami diminta untuk langsung mengidentifikasi isu yang potensial ingin kami selesaikan dan cari solusinya. Beberapa di antara kami sudah mantap dengan pilihan isu yang akan dibawanya. Sisanya masih meraba-raba isu apa yang akan diangkat. Untuk kami yang belum tahu isu apa yang akan diangkat, kami diminta untuk menggambarkan suatu daerah lalu mengidentifikasi permasalahan apa saja yang terjadi disana.

5 aspect


Setelah mengidentifikasi isu-isu yang ada, kami diminta memilih satu isu yang ingin kami selesaikan. Lalu, kami menganalisis lebih detil isu tersebut dengan 5 hal, sebagai berikut;

1.      Dinamika

Berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada suatu isu, biasanya ditandai dengan pernyataan meningkatnya, menurunnya, dll


2.      Objek

Hal yang berkaitan dengan dinamika, yaitu apa yang mengalami perubahan


3.      Subjek

Pelaku yang mengalami perubahan


4.      Tempat

Dimana perubahan terjadi


5.      Waktu

Kapan terjadinya perubahan

Lima hal diatas ini kemudian kami susun menjadi sebuah penyataan masalah, seperti berikut


Meningkatkan angka kemiskinan di Ibukota akibat PHK sepihak pasca reformasi.



Tree of problem


Setelah menganalisis isu yang ingin kami selesaikan, kami diminta untuk menganalisis lebih detil menggunakan prinsip tree of problem dimana kami diminta mengidentifikasi root cause dari suatu masalah, kemudian dampak yang ditimbulkan akibat root cause tersebut, juga stakeholder yang terlibat.

-----

Akhir dari hari kedua. Cerita ini masih akan terus berlanjut di hari ketiga.

To be continued...

Baca bagian sebelumnya : Community Leaders Training Day 1
  •  
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Mari Kita Mulai Perubahan dari diri kita sendiri!

Google+ Badge

Follow by Email

Popular Posts