Thursday, April 2, 2020

Tak Sesederhana yang Di Bayangkan



Mengajar Kelas 2 SDN Sukahurp 03
Pengalaman mengajar kelas kecil pertama kali ketika mengikuti Kelas Inspirasi Jakarta 6 beberapa tahun lalu.
 
Waktu itu saya kedapatan mengajar kelas 1. Sejak pertama kali memasuki ruang kelas hingga mulai perkenalan rasanya tak biasa. Sesederhana mereka melihat kita sebagai seorang guru ketika mengajar, sesederhana itu juga kita menjadikan mereka sebagai siswa didik di tingkatan paling awal dalam jenjang sekolah dasar.
 
Kita perlu merendah, menyamakan frekuensi dengan mereka.

Ketika satu anak minta tolong untuk diikatkan headband di kepalanya, anak lainnya akan maju bergiliran ingin mendapatkan kesempatan yang sama.

Bahkan sesi menulis nama pun bisa berujung memakan waktu lama, Karena semua bergiliran ingin dituliskan nama dan cita-citanya di headband masing-masing.

Bagi mereka sederhana, mereka ingin mendapatkan perhatian dari gurunya seperti yang teman-temannya dapatkan.

Pada KI Bekasi 6 lalu, saya mendapat kesempatan mengajar kelas 2. Setingkat lebih tinggi dari kelas 1 sebelumnya. Urusan menulis nama tak ada masalah.

Ketika mengikatkan headband di kepala, beberapa anak kesulitan dan meminta diikatkan, padahal teman semejanya nyatanya bisa mengikat tali tersebut di kepalanya sendiri. Bagi kita mungkin sederhana, seharusnya bisa minta tolong teman semejanya. Nyatanya tidak, mereka lebih memilih teriak memanggil kami gurunya untuk bantu mengikatkan headband itu di kepalanya.
 
--- 
Keceriaan siswa kelas 2 SDN Sukahurip 03
Di mata anak-anak ini, kelas 1 dan kelas 2, kehidupan mungkin terlihat lebih sederhana; bermain, pergi ke sekolah bertemu teman-teman, jajan, tidur dan kembali diulangi lagi keesokan harinya.

Dengan kondisi yang terjadi beberapa pekan terakhir, mereka mungkin memandangnya lebih sederhana, aktivitas #BelajardiRumah dianggap sebagai libur sekolah sehingga mereka bisa bebas bermain sepanjang hari. Meski orang tua melarang untuk bermain di luar rumah seperti biasa, mereka akan tetap bermain seperti biasa Mereka mungkin tak paham mengapa harus #DiRumahAja di situasi seperti sekarang ini.

Semuanya terlihat sederhana.
Sesederhana kita saat ini terus berharap kondisi ini akan segera membaik.
Sayangnya mungkin tak sesederhana itu kenyataan yang kita hadapi.

Bagikan

Jangan lewatkan

Tak Sesederhana yang Di Bayangkan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.