Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Tentang Mengasihani Diri Sendiri dan Berusaha Lebih Kuat



Dua minggu belakangan ini duniaku berubah. Ada yang menghambat gerakku. Aku lebih banyak beristirahat di dalam ruangan, menghabiskan waktu dengan berbaring. Meminta tolong untuk dibelikan makanan. Aku tak bebas untuk pergi kemanapun.

Di suatu malam itu, entah mungkin karena kecerobohanku, aku terjatuh dari sepeda motor yang sedang kukendarai. Kaki kananku terjepit badan sepeda motor yang lantas membuatku sulit berdiri. Tanganku gemetar. Pandanganku kosong. Sempat terpikir untuk menelepon teman untuk dijemput, tapi urung kulakukan. Aku berusaha untuk lebih kuat tiba di rumah.

Keesokan harinya, kaki kananku sempurna tak bisa dipijakkan. Bahkan untuk sekedar duduk saat tahiyat Sholat, aku berusaha keras menahan rasa sakit. Aku butuh istirahat yang cukup. Maka menjelang siang, aku kembali berbaring. Membungkus kakiku yang telah dioleskan dengan minyak tawon dengan kain. Lalu, membiarkannya berada di posisi yang lebih tinggi. Begitulah yang kubaca dari sebuah artikel di internet.

Memang rasanya tak enak saat gerak kita terganggu. Kita tak bebas untuk pergi kemanapun. Maka, berbaring menjadi pilihan yang cukup mengasyikkan untuk mengasihani keadaan diri.

Kadang mungkin kita memang perlu meluangkan waktu sedikit untuk mengasihani diri, membiarkan diri kita tanpa tekanan. Namun, jangan terlalu lama. Mengasihani diri atau memanjakan diri karena keadaan memang perlu, namun kita juga perlu belajar untuk bangkit. Salah satu tantangan terbesar sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Saat keadaan memaksa diri kita untuk mengistirahatkan diri, lalu lama-kelamaan kita merasakan kenyamanan hingga kebosanan, kita perlu melawan dan mengembalikan diri kita ke keadaan semula, membuatnya lebih kuat.
-----

Hari ini aku belajar untuk menjadi lebih kuat, melawan kelemahan yang belakangan ini menghantui diriku sehingga memaklumkan keadaan untuk terus beristirahat tanpa melakukan banyak hal. Hari ini juga aku belajar untuk tidak lagi bergantung pada yang lain, aku berusaha melakukan semuanya sendiri, termasuk mengendarai sepeda motor sendiri.

Bismillah…

7 Maret 2016


Catatan : Catatan ini sebagai bahan pembelajaran karena terlalu banyak berbaring dan tidak banyak melakukan kegiatan produktif.





  •  
  •  
  •  
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts