Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

The Lowest Point : Mungkinkah Kita untuk Bangkit Kembali?

cause allah is always by your side

Aku menyebutnya titik keterpurukan atau the Lowest Point. Disaat diri ini hilang arah, tak bisa membedakan mana benar dan salah, tak ada lagi rasa bersalah, hilang harapan untuk melanjutkan hidup, bahkan ibadah pun dilalaikan. Itulah titik keterpurukan bagiku.

Dalam kesendirian iman kita kadang diuji.

Seberapa taatkah diri kita atau mungkin seberapa munafik kah diri kita? Kesendirian menghadirkan diri kita yang sejati, apa adanya tanpa bumbu kepura-puraan. Aku beberapa kali belajar untuk lepas dari jerat godaan kesendirian yang memabukkan, bahkan menghilangkan iman.

Jika aku terjatuh dalam titik keterpurukan, mampukah aku untuk Bangkit kembali? Ada banyak orang yang mengalami fase ini, lalu hilang semua rasa keyakinan dalam dirinya seolah ia hidup segan mati pun tak mau.

Don't lose hope! Keep fight! Cause Allah is always by your side!

Seberapa pun diri kita terjatuh dalam titik terendah, yakinlah selalu ada Allah di sisi kita. Ia bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Kita selalu memiliki tumpuan untuk kita bersandar di saat kita hilang arah.

Keep fight! Bukan berapa kali kau jatuh dalam titik terendah, fase terpuruk. Tetapi, seberapa banyak kau sanggup untuk Bangkit kembali, menatap masa depan dengan keyakinan yang selalu kau pegang.

Di titik terendah yang mungkin akan kau lalui nanti, yakinlah untuk terus bangkit. Jangan terlalu lama meratap keterpurukan, seolah tak ada lagi harapan. Bangkitlah. Harapan panjang masih terbentang!

p.s. Pengingat diri untuk terus bangkit.
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts