Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Hidup Hanya Sekali, Lalu...

hidup hanya sekali
Hidup hanya sekali via osolihin.wordpress.com
Hidup ini mungkin absurd bagi mereka yang tak memiliki arah kemana mereka harus melangkah. Hidup ini bisa jadi sangat menyilaukan dan penuh kesenangan bagi mereka yang lupa bahwa ada bekal yang harus dipersiapkan selama kehidupan ini. Hidup ini mungkin saja gelap dan penuh kesedihan bagi mereka yang memandangnya dengan air mata.

Satu hal yang pasti, hidup ini hanya sekali. Tak pernah akan berulang. Mungkin pula bagi mereka yang mempercayai adanya reinkarnasi bahwa hidup akan berulang kembali. Ya, tetapi hidup setelah reinkarnasi bisa jadi tidaklah sama dengan apa yang dijalani sebelumnya. Totally different! Hal itu mungkin tergantung dengan apa yang dilakukan selama hidup di kehidupan sebelumnya. Artinya hidup walau bagaimanapun tetap hanya sekali dan takkan pernah berulang. Maka dari itu, di hidup yang hanya sekali ini kita harus berusaha melakukan yang terbaik. Be the best we can do!

Kalo kata Fahrizal Muhammad, "Sekali Hidup, Sepenuh Hati". Kita harus bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik dalam fase kehidupan yang sedang kita jalani saat ini. Berusaha sepenuh hati mengisi hidup menjadi lebih bermakna. Beda lagi kata Andrias Harefa, "Hidup Cuma Sekali, Mesti Sukses Dong!". Hidup yang hanya sekali ini semestinya tidak kita sia-siakan. Kita harus membuat kehidupan kita menghasilkan kesuksesan.

Meski kita kerap sekali menghadapi berbagai masalah yang menghampiri, membuat kita seakan putus harapan bahwa tak ada lagi kesempatan yang kita punya. Tetapi, tidak seharusnya membuat kita menyerah dan berputus asa dari kehidupan ini. Kita harus terus berjuang. Fight till the end! Kita harus menyelesaikan misi hidup kita sebelum kita kembali, sebelum kita dimintai pertanggungjawabannya.

Jika berhitung, diusia kita yang menginjak bilangan tahun, sudah sejauh mana kita bersungguh-sungguh menjalani kehidupan ini? Sudah sejauh mana usaha yang kita lakukan untuk membuat hidup kita menjadi penuh makna, bermanfaat untuk yang lainnya? Sudah sejauh mana persiapan yang telah kita lakukan sebelum masa kita habis? 

Mari kita memulai untuk menjadikan hidup ini lebih bermakna! 

Depok, 8 Januari 2016
Bamsutris


Ps. Catatan ini menjadi pengingat bagi penulis untuk terus menjadikan hidup ini lebih bermakna. 

Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts