Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Hidup akan Terus Berjalan

Hidup terus berjalan
Hidup terus berjalan


Usai menunaikan Sholat Subuh di masjid pagi tadi, tiba-tiba terlintas dalam benak

"Waktu akan terus berputar, meski dengan ataupun tanpamu..."

Hampir semalaman terjaga. Ada rasa gelisah yang menghantui sehingga belum juga bisa memejamkan mata. Menjelang pukul 04.00 lewat, adzan Subuh berkumandang merdu, syahdu menentramkan jiwa. Mata mulai terpejam lelap. Godaan untuk tidur memang sangat kuat, tetapi ajakan untuk memenuhi perintah-Nya jauh lebih kuat. Kupaksakan tubuh bergerak melawan kantuk.

Pagi akan tetap datang, meski kau belum siap lantaran terjaga sepanjang malam...
Hari baru akan tetap tiba, meski kau tak siap untuk mengisinya dengan kebaikan-kebaikan... Kehidupan akan tetap berjalan, meski tanpa kau yang tak siap menghadapi kenyataan apa yang akan terjadi di hadapanmu...
Seorang leader harus sudah selesai urusan dengan dirinya sendiri...
-----

No matter what, aku harus sudah selesai dengan diriku sendiri. Tak ada bermalasan. Tak ada leyeh-leyeh karena kantuk. Tak ada alasan klasik karena belum bisa move on. Kita harus hadapi apapun yang terjadi di depan kita.

Pagi tadi, usai menunaikan Sholat Subuh, maka tak ada kesempatan untuk memanjakan tubuh dengan mata terpejam. Aku mulai kembali kebiasaan pagi sebagai awal pembuka hari baru. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan pagi ini. Ada beragam kegiatan produktif yang bisa kita manfaatkan ketika pikiran masih segar di pagi ini.

Usai menyelesaikan tilawah beberapa halaman, membaca beberapa artikel, lalu bergegas untuk bersiap lari pagi. Lari pagi membuat sel-sel tubuh awake sehingga terasa lebih segar. Tak ada alasan tak ada teman untuk memulai kebiasaan yang memang baik untuk diri sendiri.
-----

Hari ini aku belajar, selain bagaimana untuk tidak memanjakan diri sendiri karena kebiasaan buruk, juga bagaimana lebih menghargai orang lain. Sebagai masyarakat urban, mungkin inilah yang sering kita lupakan ketika rasa menghargai mulai pudar. Kita seolah sudah terbiasa untuk mengejek, tidak menghargai orang lain, mengabaikan orang lain. Perlakuan kita terhadap orang lain sejatinya adalah cerminan dari perlakuan kita kepada mereka.

Pagi tadi ceritanya membantu seorang teman untuk mengambilkan sebuah dokumen di daerah kebon jeruk melalui jasa ojek online. Tak terduga, ternyata yang memegang dokumen belum ada di tempat, padahal driver ojek sudah tiba di lokasi. Maka, aku berupaya agar urusan ini selesai tanpa membekas. Aku secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan memberikan pilihan apakah bisa di cancel atau Bapak ingin menunggu. Alhamdulillah, Si Bapak driver mengerti sehingga tak ada dendam apapun. kita tak pernah tahu balasan apa yang akan kita temui jika kita tidak menyelesaikan urusan kita di dunia ini. Tiulah salah satu prinsip yang kupegang.

Meski si Bapak hanya seorang driver gojek, aku berusaha untuk tidak menyakitinya dengan membatalkan pesanan tanpa pemberitahuan. Apalagi si Bapak driver sudah sampai di lokasi. Itulah bagaimana kita berusaha menghargai orang lain atau isitilahnya memanusiakan manusia. Bersyukur hari ini diberikan kesempatan untuk melatih mental untuk belajar hal tersebut.

Menjadi seorang leader, kita harus bisa belajar darimanapun. Ayo lebih semangat dan produktif lagi, bams! :)


Depok, 15 Januari 2016
bamsutris
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

2 comments:

  1. Hello!
    Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website kami www.kumpulbagi.com atau www.facebook.com/kumpulbagi/ untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts