Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Friends, Friendship dan Friendzone


Ada yang bilang, 'Jodoh yang kau cari mungkin sahabat dekatmu sendiri,  maka tak usah jauh-jauh mencarinya.' Biasanya cinta yang dimulai dari sebuah persahabatan akan terjebak dalam Friend zone, kita sulit membedakan mana perhatian sebagai sahabat atau sebagai tanda kita suka. Aihh... 

Belakangan ini jadi banyak berpikir bagaimana membedakan perasaan antara perhatian seorang sahabat dan orang yang kita suka.

Hubungan dua orang biasanya dimulai dengan kenal, lalu dekat dan menjadi teman. Kita mungkin kenal dengan beragam orang, beragam usia, tetapi yang menjadi teman kita mungkin hanya beberapa. Mereka kebanyakan pernah berinteraksi dengan kita, diluar momen perkenalan di awal.

Teman biasanya datang silih berganti. Mengisi beragam momen yang berbeda dari kehidupan kita. Mereka ada saat kita sedih, senang, suka maupun duka. 

Dari semua teman yang kita miliki, tentu ada beberapa orang yang lekat sekali dari kehidupan kita. Mereka yang mengisi memori bersama kita dalam periode waktu tertentu. Mengenal kita lebih dekat, menerima kita apaadanya. Menjadi orang yang pertama mengetahui kala kita senang dan susah. Dialah sahabat.

Sahabat selalu dimulai dengan sebuah pertemanan. Biasanya sahabat memiliki ketahanan dan interaksi yang intens, meski berjauhan tempat dan terpisah cukup lama. Sahabat bersama memorinya selalu lekat dalam ingatan kita untuk selalu mengingatnya.

Persahabatan adalah hal yang indah. Kita bisa memulai kisah persahabatan kapanpun, mulai dari zaman sekolah, kuliah hingga di dunia kerja. Biasanya persahabatan yang dimulai sejak dini ikatannya lebih erat karena kita merasa tumbuh bersama, sama-sama merasakan proses menjadi manusia dewasa.

Dalam persahabatan, apalagi antara dua manusia berbeda jenis kelamin, sangat mungkin mereka terjebak dalam Friend zone ketika salah satu dari mereka menyukai lainnya. Sulit sekali membedakan mana perhatian sesungguhnya, mana perhatian sebagai sahabat.

Persahabatan sejatinya akan bisa terus berlanjut, meski kita bertengkar sekali dua kali. Tetapi, untuk mereka yang belum dewasa, adanya friendzone mungkin juga akan menghancurkan persahaban yang telah dibangun.

Mencari sahabat, apalagi sahabat seumur hidup yang diikat dalam ikatan pernikahan bukanlah hal yang tidak mungkin. Seperti kalimat awal tulisan ini, 'Mungkin pula jodoh yang kau cari adalah sahabat dekatmu sendiri.' Apakah sahabat dekatmu adakah jodoh yang kau cari selama ini

Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts