Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Catatan tentang Wisuda: Memulai Kehidupan yang Baru


"Happy Graduation Day, Bro..." 

Hari ini kembali prosesi wisuda dilaksanakan. Ini kali ke-lima wisuda setelah lulus dari kuliah normal selama empat tahun, sekaligus menjadi wisuda terakhir teman seangkatan ku. Ada tiga orang yang mengikuti wisuda hari ini, satu diantaranya adalah sahabat dekat yang sejak di tingkat pertama menjadi teladan kami dalam artian menjadi leader yang menuntun gerak kami waktu itu.

Everything has changed

Dulu, di tingkat dua, seorang teman yang saat ini wisuda pernah membuat sebuah status di media sosial Facebook. Tak lupa memention kami, beberapa orang sahabat dekatnya. Tepat di prosesi wisuda lima tahun lalu. Intinya ia berharap kami semua bisa lulus tepat waktu dengan normal (4 tahun).

Ternyata, kita memang tak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Semuanya berubah. Termasuk keinginan untuk lulus tepat waktu. Entah apa yang membuat aku melupakan target yang sejak awal aku ingini ketika menginjakkan kaki di Universitas Indonesia.

Saat tiba waktunya seharusnya aku menyelesaikan masa studiku, aku mengabaikannya. Mungkin tidak berusaha menyelesaikan nya saat itu. Ada hal lain yang aku kejar. Aku menunda kelulusanku menjadi semester berikutnya lantaran harus ke Malaysia untuk beberapa waktu. Bahkan, aku tak sempat untuk berfoto dan bertemu langsung dengan teman-teman  seangkatan ku saat perayaan wisuda. 

Bukan untuk menyesali, semua tentu memiliki makna dan pembelajaran masing-masing. Aku merasa tak menyesal telah menunda kelulusan menjadi semester berikutnya. Dan memang, dengan waktu yang sangat singkat akhirnya aku bisa menyelesaikan studiku, mengejar penelitian skripsi usai kembali ke tanah air. 

Wisuda: Selamat memulai kehidupan yang baru

Tepatnya 1,5 tahun lalu aku wisuda. Beberapa aku dengar ayah cerita kepada tamu yang datang ke rumah, betapa bangga nya ia. Aku hanya bisa terdiam. Tidak banyak yang aku bisa berikan pada mereka. Aku hanya berusaha jadi anak yang mandiri. 

Wisuda itu, adalah awal dan akhir kedua orangtua ku mengunjungi kampus tercinta. Dulu, saat awal registrasi masuk, aku tidak didampingi mereka. Hanya kakak senior yang sedari SMA ku kenal, lalu membantuku saat aku mengalami masalah pembayaran.

Maka sejak saat itu, aku niatkan untuk tidak merepotkan kedua orangtua ku salam hal keuangan. Hanya bisa berbagi cerita tentang kehebatan kampusku kepada mereka.

Wisuda bagiku adalah campuran senang dan sedih. Inilah mungkin fase hidup yang sebagian orang akan hadapi. Senang karena selesai menyelesaikan masa pendidikan jenjang sarjana, apalagi dari kampus besar seperti UI. Sedih karena akhirnya kita kembali ke masyarakat, dianggap sebagai manusia berilmu dan bebas. Tidak ada lagi institusi yang menaungi. Wisuda sebagai awal baru memulai kehidupan. Kita memulainya kembali dari nol, dengan bekal yang kita punya selama di kampus. 

Tak ada yang bisa menjamin bagaimana roda nasib akan menuntun kita. Tak ada yang tahu kemana arah hidup kita akan berujung. Kita hanya butuh rencana, rencana, lalu digenapkan dengan usaha dan doa.

Dan hari ini, aku seperti kembali ketika masa wisuda kualami. Melihat sarjana baru yang begitu riang, larut dalam euforia. Esok, hari baru sudah akan tiba. Menuntut hendak kemana kaki akan melangkah. Tak mungkin berdiam karena itu bukan pilihan.

Selamat untuk Adik-adikku di MAB yang wisuda hari ini: Wahyu, Yopik, Mushab, dan Tuti serta my best bro Gema dan lain-lainnya. Selamat memulai hidup di fase yang baru... 

Depok, 28 Agustus 2015
Bamsutris
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts