Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Kita (tidak) Berjodoh

Dia bukan Jodohku
Dia (bukan) Jodohku via kaskus.co.id

"Mungkin jodoh kita adalah orang asing yang baru masuk ke kehidupan kita akhir-akhir ini, bukan ia yang telah membersamai kita sepanjang waktu..."

Tak ada yang tahu jodoh kita akan berlabuh bersama siapa, kapan, dan dimana. Semua itu hanya Ia yang mengetahuinya. Hanya waktulah yang perlahan akan menjawab itu semua. Mengungkap semua misteri yang selama ini menghantui pikiran kita. Kita hanya perlu menunggu dan percaya bahwa jodoh kita akan hadir di waktu yang tepat.

Seorang teman merekomendasikan sebuah serial drama Jepang yang berjudul Proposal Dai Sakusen. Berkisah tentang dua orang sahabat Ken dan Rei yang telah bersama sejak dibangku sekolah dasar. Tepat di hari pernikahan Rei, Ken baru menyadari mengapa bukan ia yang berada di sisi Rei saat itu? Mengapa bukan ia yang menjadi pengantin pria yang mendampingi Rei? Bukankah mereka sudah bersama sejak duduk di bangku sekolah dasar?

'Seandainya...'

Begitulah, Ken berpikir seandainya ia memiliki kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Di saat penayangan foto memori kebersamaan Rei dan Ken serta ketiga sahabat lainnya saat remaja di sekolah menengah, keajaiban itu datang. Ken sekali lagi memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya untuk mengubah takdirnya di hari ini. Foto demi foto berganti. Ken selalu memiliki kesempatan untuk mengubah kenangan yang ada. Sayangnya, hingga kesempatan itu habis, Ken belum bisa mengungkapkan kepada Rei bahwa ia mencintainya.

Ken menyadari bahwa meskipun ia bisa mengubah masa lalu, ia tetap tidak akan bisa mengubah takdir. Takdir hari ini tetap akan terjadi, meskipun ia berusaha mengubahnya. Yang ia butuhkan hanyalah keberanian untuk menyatakan bahwa ia selama ini memendam perasaan terhadap Rei.

Hingga akhirnya, kesempatan itu datang di hari ini. Di momen pernikahan Rei dengan gurunya tersebut, saat Ken berkesempatan menyampaikan pidato pernikahan kepada Rei dan Suaminya, dengan ragu Ken menyampaikan isi hati yang selama ini ia pendam terhadap Rei. Kenangan itu memenuhi pemikiran Rei hingga ia tersadarkan, "Mungkin ia yang selama ini tidak pernah jujur terhadap dirinya sendiri?"

-----

Dalam kehidupan nyata, kita tak mungkin memiliki kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Kecuali lorong waktu ataupun mesin waktu-nya Doraemon benar-benar ditemukan di masa depan nanti. Jodoh kita, siapa pun itu adalah pilihan terbaik yang memang telah dipilihkan khusus untuk kita oleh Sang Maha Kuasa. Tugas kita saat ini sebelum menjemput jodoh yang telah Ia tentukan adalah berikhtiar, memperbaiki diri, memantaskan diri.

Meski sahabat dekatmu pada akhirnya bukanlah orang yang akhirnya akan menghabiskan sisa hidupmu bersamamu nanti, jangan pernah hilang harapan. Kita mungkin tidaklah berjodoh. Bisa jadi pilihan terbaik saat ini sedang Ia siapkan untukmu.

Bagi seorang pria, ia selalu ingin menemukan tempat dimana 'Cinta Terakhir'-nya akan dilabuhkan. Tetapi bagi seorang wanita, hidup bersama dengan 'Cinta Pertama' tentu akan lebih membahagiakan.
Apakah dia (sahabatmu) adalah jodohmu?

Selamat menjemput kebahagiaan...


ps: Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu. Semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah dan Rohmah untuk sahabat terbaikku. :)
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Mari Kita Mulai Perubahan dari diri kita sendiri!

Google+ Badge

Follow by Email

Popular Posts