Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Tunggulah Sebentar Saja

Tunggu Sebentar


Tung.. Tung.. Tung..

Suara sirine di pos penjagaan palang kereta api meraung. Perlahan palang besar berayun menutup jalan, mengutamakan kereta untuk melintas terlebih dahulu. Meski belum nampak kereta, petugas yang berjaga mencoba menutup jalan lebih awal. Para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki menunggu.

Tung.. Tung.. Tung..

Kereta tak juga lewat. Seorang pengendara motor menerobos palang. Tak sabaran melintas. Dibelakangnya pengendara lain mengikuti. Tak berselang lama, dua orang pejalan kaki pin melintas. Suara sirine dan peluit petugas bersahutan. Meraung keras menandakan untuk tetap bersabar hingga kereta melintas.

Tunggulah sebentar saja. Kita mungkin sering tak sabar bahkan untuk menunggu sebentar saja. Lebih cepat satu atau dua menit takkan ada harganya bila harus mempertaruhkan nyawa. Apalagi, tindakan seperti itu biasanya akan diikuti oleh yang lainnya. Ya, biasanya perlu pendobrak yang berdiri di garis depan, maka di belakangnya akan berbaris para pengikutnya.

Tunggulah sebentar saja. Hanya sebentar yang kita butuhkan. Tak usah bergegas terlalu cepat karena belum tentu selamat. Tunggu hingga waktunya tepat. Bukankah sabar itu lebih baik?

Tunggulah sebentar saja. Tak perlu ragu dan khawatir apa yang kau tunggu tak akan datang menemui. Jangan-jangan kita pun selalu tak sabaran usai menghadap sang pencipta di lima waktu yang diminta. Tak tahan untuk sekedar menunggu sebentar saja, menyempurnakan dengan zikir dan do'a.

Belajar untuk menunggu sebentar saja, sebelum kita menyesal kala tak ada waktu lagi yang bisa kita tunggu...

Depok, 13 September 2015
Bamsutris
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts