Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Kita (4)

Kita Berdua via deviantart.net

Aku tersipu malu saat kita berdua menunggu. Hanya kau dan aku. Dirimu dihadapanku sedikit banyak membuat lidahku kaku. Keringat dingin yang kutahan membuat tanganku gemetar. Sengaja kusembunyikan dibalik Gerakan jemari di tuts keyboard, sembari mata melirik ke layar beberapa kali.

Ini mungkin pertama kali sejak kita berjeda beberapa tahun silam. Kebisuan menjeda membatasi kita, namun kucoba mengusir kekakuan itu, meski sejatinya aku ingin waktu segera berakhir saat itu. Karena aku tak sanggup berlama-lama dihadapanmu.

Kau bertingkah manja bertanya banyak hal yang membuatku terbata. Detik seakan melangkah mundur atau diam tak bergerak. Beberapa kali kulirik jam dipergelangan tanganku sambil sesekali menyalakan layar smartphone - ku yang mati.

"Apa". "Hmmm..". Ya, yang kau tahu mungkin inilah aku. Tapi kemanjaan mu sore itu membuatku terbuai. Aku menyadarinya untuk segera mengelak. Pergi menjauh sebelum semua terlambat. Entah, mungkin kau yang sedang mengujiku atau hanya rasa rindu yang tertunaikan dari keterjedaan kita beberapa waktu lalu.

Aku menyimpan semua itu di buku catatan yang kubawa. Rapi tak ada yang tahu. Mungkin kau menyadari saat tak sengaja tertinggal didalam tasku. Engkaukah yang memang kutunggu atau ada yang lain yang memang menungguku lebih setia darimu?

13 Agustus 2015
Somewhere...


-----
Aku tak ingin berlama-lama. Mungkin aku yang mulai berubah atau dirimu. Tetapi, Kebisuan diantara kita biarlah waktu yang siap tuk menjawabnya. Aku akan terus belajar menjadi yang lebih baik dari yang kau harapkan.

Catatan ini mungkin hanya fiktif dan rekaan penulis semata. Mohon maaf apabila ada kesamaan kisah yang tercatat didalmnya. :)
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts