Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Behind the Scene : Asean Youth Eco Leader 2013


“Mimpi-mimpi kita, hadir bersama dengan gerak kita…”-Random Quote from My Diary

April lalu, seorang teman mengirimkan info tentang sebuah kegiatan bertemakan lingkungan yang akan diadakan di Malaysia. Awalnya aku tak menghiraukan. Apalagi, dateline yang masih jauh: akhir mei. Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Mei segera menemui penghujungnya. Namun, kesiapan untuk mengikuti kegiatan tersebut belum juga dimulai. Dengan sedikit tergesa, aku menyiapkan berkas seadanya, di detik terakhir penutupan aku beranikan diri untuk apply, send. Selang beberapa menit kemudian, ada email masuk. Failure notice! Kukirim ulang, kutunggu. Tetap sama. Failure notice!. Maka, kucoba cara lain, mengisi form online langsung. Send! Sebuah email masuk. Thank you for participating Asean Youth Eco-Leader! Only the successful candidates would be inform later. Menunggu, hingga waktu yang ditentukan tiba.
Aku masih menyimpan semuanya. Tak mengatakan ke siapapun tentang ini. Nanti, ketika saatnya tiba, maka aku akan memberitahukannya. Waktu menunggu yang panjang itu, seakan menemaniku untuk terus menyelipkan harapan tersebut dalam do’a, meski aku tak berharap banyak, menyerahkan semuanya pada-Nya.
*****
Waktu berlalu begitu cepat. Akhir juni. Waktu yang ditentukan tiba. Aku sengaja belum berani mengecek email untuk melihat apakah ada pesan masuk atau tidak. Di twitter, sebuah pengumuman menyatakan bahwa pengumuman final akan diberitahukan pada 8 Juli 2013. Diundur. Lagi-lagi menunggu.
Tak disangka, keesokan harinya sebuah email masuk. “Congratulation! You become a shortlist candidates”. Alhamdulillah. Beberapa email kukenal. Sepertinya dari Indonesia. Tahap awal terlewati. Setidaknya, tinggal melewati tahap akhir untuk tiba di garis finish. Dari email tersebut diberitahukan tentang wawancara yang akan dilakukan pada 2-4 Juli 2013. Calon peserta diminta stand by.
*****
Menunggu bagiku berarti berdamai dengan sang waktu. Kita tak pernah bisa meminta waktu untuk berjalan lambat ataupun cepat. Kini, aku hanya bisa menunggu jadwal wawancaraku tiba. Setidaknya melakukan yang terbaik untuk saat ini.
Aku tak bisa kemanapun saat itu. Tiga hari yang terasa amat panjang. Namun, disitu aku memahami hakikat persiapan. Menyadari kalau selama ini tak pernah melakukan persiapan secara matang. Maka, ketika menunggu itu, aku mencoba melakukan persiapan secara matang. Mencoba me-list kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan.
Hingga suatu sore, sebuah pesan masuk. Rupanya Ia Sang Pengatur Rezeki sedang bermurah hati kepadaku. Aku harus menghadiri acara penyerahan beasiswa tugas akhir dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lalu, bagaimana dengan wawancara? Selang beberapa waktu, di email diberitahukan bahwa peserta asal Indonesia akan diwawancara pada hari Jum’at. Alhmadulilah, seakan semua proses ini dipermudah oleh Allah SWT.
Hingga jum’at pun datang. Sejak pagi, aku terus stand by. Seorang teman mengabarkan kalau dia sudah diwawancara. Aku masih was-was. Memohon do’a pada beberapa teman dekat agar dimudahkan. Maka, siang itu, usai menunaikan shalat Jum’at, aku masih gelisah lantaran belum ada telepon untuk wawancara. Hingga menjelang pukul 15.00 WIB sebuah telepon dengan kode Malaysia masuk. Aku pikir telah melakukan yang terbaik untuk ini. Maka, semua upaya dilakukan, saatnya ber’doa dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
*****
Harapan dan cemas, bercampur menjadi satu. Begitulah saat kita sedang menanti suatu pengumuman. Hari itu, 8 Juli 2013, rupanya pengumuman kembali diundur menjadi 12 Juli 2013. Maka, aku hanya bisa diam. Tidak memberitahukan kepada siapapun. Menunggu kembali dengan sabar. Mungkin, inilah seni dari semua proses yang terlalui: kesabaran.
Jum’at itu, 12 Juli 2013, aku berkali-kali mengecek email, juga twitter. Tak ada informasi apapun mengenai pengumuman. Aku sedang tak bergairah melakukan aktivitas. Rasa harap dan cemas seakan mengambil alih semua ruang gerakku. Pada suatu kesempatan, dipenguhujung sore, iseng kubuka email. Sebuah pesan masuk: Congratulation! You become Asean Youth Eco Leader 2013! Seketika rasa cemas yang sejak kemarin memenuhi ruang gerakku lenyap tak bersisa. Alhamdulillah. Kulihat beberapa email yang kukenal. Aku kirim pesan salah seorang teman dan mengabarkan bahwa dia juga lolos. Rupanya, kami adalah 100 peserta terbaik dari total 848 peserta yang apply.
*****

Asean Youth Volunteer Programme (AYVP) adalah sebuah program dari Asia Engage untuk mengembangkan pemuda ASEAN melalui platform volunteerism menuju ASEAN community 2015. Tahun ini, AYVP fokus pada isu lingkungan yang dihadapai negara-negara Asean dengan mengumpulkan 100 pemuda dari 10 negara ASEAN untuk terjun langsung di empat biodiversity site penting di Malaysia. Harapannya, para ASEAN Youth Eco Leaders ini nantinya mampu mengimplementasikan apa yang telah didapat selama di biodiversity site untuk diterapkan di negara asal masing-masing.
Bagiku, program ini menjadi awal untuk memasuki dunia global ke depan, untuk terus bergerak menuju mimpi-mimpi di masa depan.
to be continued…

Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts