Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Manusia Langit dan Aku

Dalam bahasa keseharian, aku sering menjuluki teman-teman terbaikku yang memiliki ibadah bagus, rajin sebagai golongan manusia langit. Boleh jadi itu benar. Seperti namanya, merekalah orang-orang yang senantiasa mengajak kepada kebaikan, terus berjuang di medan dakwah, berdiri di garis terdepan saat semuanya pada menjauh, rela bermalam-malam membicarakan agenda-agenda dakwah. Tentu saja, mungkin semua kewajiban yang ada telah mereka tunaikan sedemikian cepat sehingga waktu yang ada lebih mereka prioritaskan untuk umat.

Namanya juga manusia, meski ia golongan langit, tetap saja di sela keseharian ada saja tawa dan canda yang menghidupkan suasana. Mereka juga butuh asupan semangat, charge diri ketika supply-nya sudah mulai habis, atau sekedar hiburan.

Hari ini aku menyaksikannya. Sebenarnya, ini adalah kejadian kesekian kalinya. Masih dalam suasana Qurban, seorang teman membawa sekantung daging. Rencananya akan di buat sate. Meski semua tampak berantakan, yang terpenting dari proses ini adalah kebersamaan, ukhuwah. Sementara beberapa yang lain asyik bermain games, PES. Bergantian. Itulah mereka.

Di sisi lain, hampir tiap harinya di pondokan tempatku tinggal, games seakan sulit dihindari. PES menjadi racun yang menghantui, siap memberikan hiburan tiada tara. Seolah tak ada kewajiban.

Lalu mengapa? Inilah mungkin perbedaan manusia langit dan manusia biasa. Manusia-manusia langit, meski sering bermain games, mereka masih ingat dengan waktu sholat, saling menasehati satu sama lain ketika yang lain berbuat salah, memikirkan umat, tentunya dengan menuntaskan berbagai kewajiban yang menjadi tanggungannya. Lalu, manusia biasa sebaliknya. Mereka seakan lupa dengan semua kewajibannya. Tak ingat waktu sholat meski sudah diingatkan, berteriak-teriak tak jelas, merendahkan teman ketika berbuat salah.

Itulah mereka. Mereka semua dekat dengan keseharianku. Lalu, dimana posisiku? Di tengah-tengah mereka. Aku bukanlah manusia langit dan juga manusia biasa yang mudah terbujuk rayu games hingga lupa waktu. Inilah proses yang kupelajari hari ini.

#Catatan di tengah kegalauan

Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts