Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

Sanggar Pesisir : Project Pendidikan Lingkungan untuk Anak Pesisir


 
Indonesia terkenal sebagai Negara kepulauan. Hampir dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Tak heran, jika dahulu negeri ini terkenal dengan Negara maritime lengkap dengan armadanya yang terkenal hingga ke Madagaskar sana. Indonesia memiliki potensi laut yang sangat kaya. Bahkan lebih kaya keanekaragaman hayati lautnya dibandingkan darat.

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki pantai. Bayangkan, bahkan di dunia ada Negara yang tidak memiliki pantai. Sayangnya, pantai-pantai itu tak semuanya mendapatkan perhatian lebih dan kondisinya sebagian memprihatinkan. Bagi warga Jakarta, siapa tak kenal pantai Ancol, Crematorium, pantai-pantai di Kepulauan Seribu? Kondisinya jelas berbeda sekali.

Pantai di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu. Berdekatan, namun tak serupa. Jika sempat bermain ke Kepulauan Seribu misalnya ke Pulau Pramuka, saat menaiki kapal maka akan terlihat perbedaan yang jelas. Air laut yang semula keruh, hitam pekat, berubah menjadi jernih, memantulkan semburat birunya langit.

Bagi anak-anak di Kp. Nelayan Cilincing, Jakarta Utara mungkin yang sudah tertanam di kepala mereka adalah bayangan laut yang warnanya tak sejernih air sumur, dikelilingi Dam-dam yang panjang tanpa batas. Berbeda dengan anak-anak di Pulau Pramuka yang terbiasa melihat air laut yang jenih berwarna hijau atau biru sebagai pantulan dari langit.

Keinginan untuk senantiasa menjaga laut bagi generasi muda itu muncul. Menghadirkan mereka dalam satu wadah, berbagi mengenai kondisi daerah mereka masing-masing: Pantai di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu.

#####

Sanggar Pesisir part 2, Day 1

Kamis, Jum’at, 12-13 Juli 2012 rencananya akan diselenggarakan Sanggar Pesisir, sebuah wadah pengembangan masyarakat yang kreatif bagi masyarakat pesisir. Bagi saya, ini tak jauh beda dengan program KKN (Kuliah, Kerja, Nyata) atau Social Project lainnya. Hanya saja dalam kemasan yang berbeda.

Sebenarnya, Sanggar Pesisir awalnya adalah sebuah inisiatif dari sekitar 6 orang anggota Teens Go Green yang bermukim di sekitar Cilincing, Jakarta Utara atau Bacil(Basis Cilincing) biasa kami menyebutnya. Sanggar Pesisir Part 1 dilaksanakan pada Januari 2012 dengan target anak-anak sekitar kp. Nelayan Cilincing dengan memberikan pengenalan berupan edukasi lingkungan kepada mereka. Nah, sebagai keberlanjutan project tersebut, maka dilaksanakan Sanggar Pesisir Part 2 ini.

Sanggar Pesisir Part 2 ini bekerja sama dengan Yayasan Terangi sebagai fasilitator dan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta. Jika sebelumnya program Dinas berupa Kader Bina Cinta Laut, maka kini dialihkan menjadi Sanggar Pesisir. Yeay!

Hari pertama Sanggar Pesisir dilaksanakan di ruang Audio Visual Islamic Center Jakarta. Sekitar 150 peserta hadir, 17 remaja dari P. Pramuka dan sisanya Anak-anak Kp. Nelayan Cilincing. Hari itu adalah sesi pembekalan materi mengenai ekosistem pesisir dan laut.



Sebagai warga Jakarta, kalian tentu tahu bahwa kondisi teluk Jakarta kini telah tercemar berat. Sayangnya, kondisi itu tak membuat sebagian warga sadar untuk menjaga lingkungannya. Maka itu, awal dari pelaksanaan Sanggar Pesisir adalah berupa edukasi. Sampah menjadi masalah utama bagi daerah pesisir. Sampah plastik mendominasi sekitar 60-80% menjadi sampah yang mencemari kawasan pesisir.

Selain edukasi, sore harinya peserta diajak untuk turun langsung ke kawasan Kp. Nelayan Cilincing. Mereka akan melaksanakan kegiatan Trash Buster, mengumpulkan sampah yang ada. Kemudian, sampah-sampah itu nantinya akan dipilah. Sampah-sampah yang berpotensi untuk didaur ulang akan dibersihkan untuk dijadikan produk daur ulang.

Selain Trash Buster, dilaksanakan juga Garage Sale program #TGGBerbagi. Ibu-ibu antusias memilih barang-barang garage sale yang masih layak. kami dibuat kewalahan. Sore itu, senja menatap lirih semangat-semangat kami, anak-anak Teens Go Green. Tersenyum, lantas berujar, “Tetap Semangat!”





#####

Hari kedua Sanggar Pesisir

Saya datang siang hari usai shalat Jum’at. Pelaksanaan Sanggar Pesisir hari kedua dilaksanakan di SMPN 244, Cilincing. Kawasan yang asing bagi saya. L sempat was-was untuk nyasar juga sih sewaktu ke sana. Hehe

Hari kedua ini, peserta akan diajarkan untuk berkreasi membuat produk daur ulang dari sampah-sampah yang terkumpul pada Trash Buster kemarinnya. Sampah-sampah yang digunakan yakni botol bekas dan kulit kerang.


Pembuatan Kreasi Daur Ulang


 Kreasi produk daur ulang ini dibantu oleh teman-teman Krepila(Kelompok Remaja Pinggir Laut), sebuah komunitas yang beranggotakan pemuda-pemuda di Kp. Nelayan Cilincing. Mereka menjadi fasilitator dalam pembuatan kreasi daur ulang ini.

Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya jadi juga hasil kreasi peserta. Bagus-bagus hasilnya. Dari botol plastik dibuat semacam bunga, potnya dibuat dari bamboo yang ditaburi pasir laut dan kulit kerang. Produk lainnya berupa frame foto dari kulit kerang.


#####
 
Anak Muda dan Semangat Perubahan! Itulah mereka, anak-anak yang menyiapkan Sanggar Pesisir. Hari pertama, usai acara, ketika malam mulai menyapa, mereka semua bergotong royong mengangkat peralatan acara. Lelah, pastinya. Seharian berusaha mobile kesana-kemari. Mungkin juga belum sempat tidur sejak 2-3 hari kemarin. Beberapa anak pulang ke rumah, sisanya yang rumahnya jauh menginap di wisma Indonesia bersama anak-anak dari Pulau Pramuka.

Hari kedua, usai acara di SMPN 244. Berfoto bersama, mengucap Alhamdulillah. Perjuangan dua hari telah usai. Merapikan tempat acara. Merapikan kursi dan meja, sampah-sampah yang breserakan. Peralatan-peralatan. Usai.
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

2 comments:

  1. assalamualaykum. menurut aku yang pas hari pertama di ruang audio visual islamic centre itu ngga begitu efektif buat anak anak kecil dr kamp. Nelayan. mereka bahkan ngga ngerti sama sekali apa yang telah disampaikan sepanjang hari itu.
    kalo aku boleh saran, sebaiknya dipisahkan antar golongan umur. ngga mungkin kita dapat menyampaikan suatu misi melalui satu visi yang sama untuk remaja yang berumur sekitar 18an dengan anak kecil yang berumur sekitar 5 tahunan.
    ini saya cuma ngasih tanggapan saya aja sih kak. makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waslm, ini bagusnya disampaikan pas evaluasi besok melly... :)

      Delete

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts