Sebuah Perjalanan Pembelajaran.
sebagai pengingat diri

The Big Creation of Pioneer : Sebuah Inspirasi dan Pengharapan Indonesia di Masa Depan!



“Tidak ada obat yang semanjur harapan. Tak ada insentif yang besarnya seperti, dan tak ada ramuan yang seperti, pengharapan bahwa esok akan lebih baik.”(Orison Swett Marsden)
Indonesia, sebuah negeri nan elok di khatulistiwa. Alamnya kaya. Sumber daya hayatinya menduduki peringkat kedua terbesar di dunia setelah Brazil. Mineralnya tersebar beraneka rupa; emas, timah, perak. Hutannya menghijau bak zamrud yang membentang. Budayanya beraneka rupa dengan kearifan lokal tiada tara. Itulah Indonesia.

Sejak 1945, Indonesia telah menyatakan dirinya sebagai negeri yang merdeka. Sayangnya, kemerdekaan itu masih sebatas pengakuan secara de facto saja. Negeri ini masih belum merdeka dalam artian sesungguhnya. Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari pola pikir yang salah terhadap pengelolaan bangsa ini. Sehingga Indonesia sejak 30 tahunan lalu masih nyaman menyandang status sebagai Negara berkembang.

The Big Creation of Pioneer hadir sebagai formulasi karya-karya anak FTUI untuk membangkitkan negeri ini dari keterpurukan tersebut. Ya,menginspirasi anak bangsa untuk turut serta berkarya membangun negeri. Membangun semangat positif, serta melambungkan pengharapan untuk hari esok yang lebih baik bagi bangsa ini.

Berawal dari sebuah bahasan, ‘Pendidikan’, Pendidikan menjadi salah satu aspek penting untuk membangun negeri ini. Akses pendidikan yang ada bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang kaya negeri ini, tetapi hak setiap warga Negara seperti yang tertera di Undang-Undang. “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. Namun, ketika akses pendidikan diperluas. Nyatanya negeri ini masih saja terpuruk. Apa yang salah? Kegagalan terbesar dari sistem pendidikan kita bukan terletak pada masalah lemahnya pendidikan mencerdaskan rakyat, akan tetapi terletak pada masalah ketidakmampuan pendidikan menyadarkan rakyat terhadap permasalahan hidup yang nyata. (Asep Sapa’at, Pendidikan Humanis, 2011)

Paradigma atau pola pikir menjadi masalah utama bangsa ini. Pola pikir itulah yang akan menjadi pilar pembentuk karakter seseorang. Maka itu, pembenahan utama adalah ‘Mendidik Sang Pendidik’ yaitu bagaimana menghadirkan para pendidik berkualitas di negeri ini, bukan lagi monomer sekiankan para pendidik, namun menjadikan profesi pendidik sebagai profesi utama yang mendapat penghormatan khusus dari Negara. (Sari Octaviani, Mendidik Sang Pendidik).

Dari pendidik yang berkualitas itulah akan lahir generasi didikan yang (insyaAllah) akan berkualitas. Sebagai umat terbaik, tentunya kita akan terpacu untuk menorehkan prestasi. Karena prestasi adalah buah keberhasilan dari usaha kita menggapai mimpi dan cita-cita. Sebagai muslim, kita dituntut untuk senantiasa berprestasi. Islam mengajarkan kita untuk memaksimalkan setiap usaha yang kita lakukan, lalu menyerahkan hasilnya pada Allah SWT. (M. Iqbal, Mari Kita Berprestasi!)

Prestasi tidak muncul dengan dipaksakan, tetapi melalui proses yang ikhlas dan bertahap. Dia tidak muncul dari hati yang oportunis, tapi dari hati yang memiliki tujuan mulia. Keinginan berprestasi hendaknya disinergikan dengan karya. Sebuah karya mungkin akan mampu menginspirasi orang lain untuk turut serta menciptakan karya. Lalu ia akan menginspirasi lainnya untuk turut serta menciptakan karya-karya lainnya. Terus hingga berulang. Indonesia memiliki penduduk dan akademisi yang cukup banyak. Namun, masih tertinggal jauh sekali dalam produktivitas menghasilkan karya. Bahkan, hanya sepertujuh dari jumlah karya tulis yang dihasilkan negeri tetangga kita, Malaysia. Apa yang salah?

Seorang Imam Ibnu Jauzi selama hidupnya mampu menghasilkan 519 karya buku. Imam Ibnu aqil mampu membuat ensiklopedi lengkap yang berisi berbagai macam ilmu, mulai ilmu islam hingga pengetahuan umum sebanyak 800 jilid. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang menulis”, begitulah kata Dr. Raghib. Maka, membaca saja tidak cukup, tetapi tuliskanlah! Mengapa? Karena menulis akan meningkatkan produktivitas membaca, menginisiasi perubahan, serta mempercepat kemajuan bangsa. (Arry Rahmawan, Baca dan Tulislah Karya untuk Menginspirasi Bangsa)

Selain berupa tulisan, keinginan untuk berkarya menghasilkan transformasi bentuk yang kreatif. Penelitian menjadi salah satu bentuknya. Akhir-akhir ini masalah energi menjadi sorotan publik. Data terakhir yang dilansir oleh laporan penuh Statical Report of World Energy untuk tahun 2009 menyatakan bahwa konsumsi energi dunia total saat itu setara dengan energi dari 11.164,3 Juta Ton Minyak dengan bahan bakar fosil menjadi sumber utama pemenuhannya. Tingkat rata-rata produksi minyak bumi Indonesia sekitar 500 juta barel per tahun. Diasumsikan pada 2025 cadangan minyak bumi Indonesia akan habis.

Mikroalga menawarkan bioenergi alternatif dalam menghadapi malasah energi nasional. Mengapa? Mikroalga memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi yaitu mencapai 40-85% dari berat kering (Borowitzka, 1998), sehingga sangat berpotensi diolah menjadi biodiesel. (M. Iqbal, Biofuel Berbasis Alga: Secercah Cahaya di Balik Kemelut Dilema Energi dan Lingkungan)

Lebih jauh, The Big Creation of Pioneer mencoba secara perlahan menghadirkan mimpi-mimpi baru bagi masa depan bangsa. Mimpi-mimpi yang coba dirangkai oleh anak bangsa. Pengharapan bahwa hari esok lebih baik. Dimulai dari menuntut ilmu sebagai awalan, menciptakan karya, kemudian karya itu akan bersinar menerangi sisi-sisi gelap dan berpendar menebar manfaat bagi sekitar serta menginspirasi banyak orang. Maka, dibekali satu keyakinan dalam menuntut ilmu, “Allah akan memudahkan jalan menuju  syurga bagi para penuntut ilmu”, dari situlah sebuah goresan tinta sejarah ditorehkan untuk membangun negeri ini. 

Setetes embun itu menyejukkan keringnya akal pemikiran
Setitik cahaya itu menerangi gelapnya qalbu yang ragu
Setitik tinta itu menjadi goresan emas sejarah manusia
(Ilmu, Cahaya Hatimu- Bagas Triyatmojo)


Wallahu ‘alam Bishowab.

Depok, 17 Mei 2012
Bambang Sutrisno

  •  
  •  
  •  
  •  
Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Author

Total Pageviews

Google+ Badge

Follow by Email

Instagram

Popular Posts